Di balik peringatan Bulan Surya Sedunia, Living World Denpasar hadir dengan satu catatan pencapaian yang terukur, sebanyak 1.224 ton emisi karbon berhasil dihindari melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sebagai bagian dari upaya menciptakan operasional sehari-hari yang lebih efisien sekaligus berkelanjutan.
Living World Denpasar Memandang Keberlanjutan sebagai Tanggung Jawab, Bukan Pilihan
Bagi Maria Lucia Lazuardi, General Manager Living World Denpasar, pencapaian ini mencerminkan cara pandang yang lebih luas tentang peran sebuah pusat perbelanjaan.
"Hari Surya Sedunia menjadi pengingat bahwa energi terbarukan memiliki peran penting dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan. Living World Denpasar percaya bahwa pusat perbelanjaan masa kini tidak hanya berfokus pada kenyamanan pengunjung, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan."
Keputusan Kecil di Atas Atap, Dampaknya Setara Ribuan Ton Karbon
Terhitung sejak 10 April 2024, sebanyak 905 unit panel surya telah terpasang di area rooftop Living World Denpasar dengan total kapasitas 500 KWP. Hingga saat ini, instalasi tersebut berhasil menghindari emisi karbon hingga 1.224 ton CO₂e, angka yang setara dengan tidak membakar 572 ton batubara, atau sama dengan daya serap 55.600 pohon dalam satu tahun penuh.
Tidak Berhenti di Panel Surya, Desain Gedung pun Ikut Bekerja Menekan Emisi
Efisiensi energi di Living World Denpasar tidak berhenti pada panel surya di atap. Pemanfaatan Low-E Skylight Glass dan double laminated ceramic fritted glass memungkinkan cahaya alami masuk secara maksimal, mengurangi konsumsi listrik. Sebanyak 95% sistem penerangan di seluruh area mal telah menggunakan lampu LED hemat energi. Sementara itu, pada sistem pendingin udara, Chiller Plant System dengan ceramic bearing mampu menghemat hingga 20% konsumsi listrik dan mencegah emisi lebih dari 1.160 ton CO₂ setiap tahunnya.
Air Pun Tak Luput, Living World Denpasar Hemat Setara 35 Kolam Olimpiade
Air pun dikelola dengan pendekatan yang sama seriusnya, melalui daur ulang air kondensasi AC, pengolahan air limbah, hingga penampungan air hujan melalui detention pond. Hasilnya, penghematan air yang tercatat setara dengan kapasitas 35 kolam renang standar olimpiade.
Soal Sampah, Living World Denpasar Juga Tidak Lepas Tangan
Living World Denpasar, melalui kerja sama dengan berbagai pihak ketiga, secara aktif menjalankan program daur ulang, mulai dari botol plastik, sumpit sekali pakai, hingga tusuk sate berbahan bambu. Inisiatif ini juga menjadi ruang edukasi bagi pengunjung tentang pentingnya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Perjalanan Ini Belum Berakhir di Sini
Bagi Living World Denpasar, angka-angka yang tercatat hari ini bukan titik akhir, melainkan bagian dari perjalanan yang masih terus berlanjut.
"Ke depannya, kami akan terus menghadirkan berbagai inisiatif berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong gaya hidup yang lebih sadar lingkungan. Melalui langkah ini, Living World Denpasar ingin terus berkembang sebagai destinasi lifestyle dan retail yang modern sekaligus berkelanjutan," tutup Maria.