Setelah bersaing sejak awal tahun, ratusan tea-rista dari seluruh Indonesia akhirnya menyisakan tiga tim terbaik yang beradu kreativitas di Grand Final Chatime Tea-rista Competition 2026, yang digelar di Living World Alam Sutera, Tangerang Selatan (15/7). Ajang tahunan ini kembali menjadi panggung pembuktian bagi para peracik teh untuk menunjukkan bahwa meracik minuman bukan sekadar soal rasa, tetapi juga soal kreativitas dan cara bercerita.
Tahun ini, kompetisi memasuki penyelenggaraan keenam sejak pertama kali digelar pada 2019, dengan tema besar “Rayakan Karya, Cerita, dan Cita Rasa Teh”.
Ribuan Langkah Menuju Panggung Final

Jalan menuju babak final tidak mudah. Lebih dari 300 tea-rista dari 433 gerai Chatime di seluruh Indonesia mengikuti proses seleksi berjenjang, mulai dari babak penyisihan di masing-masing area hingga babak semifinal yang semakin memperketat persaingan.
Dari ratusan peserta itu, hanya tiga tim yang berhasil melaju ke babak final:
- Tim 1: Julya Permatasari (Chatime Grand Outlet Karawang) & Febriani S (Chatime Living Plaza Pettarani Makassar)
- Tim 2: Tri Mulyati (Chatime Living Plaza Bintaro) & Hendita Trimurti Larassati S. (Chatime SPBU Nginden Surabaya)
- Tim 3: Ratna Sri Rahayu (Chatime Bogor Trade Mall) & Salsabilla Natasya Achmad (Chatime Bencoolen Bengkulu)
Keenam tea-rista ini berasal dari kota yang berbeda-beda, membawa gaya dan pengalaman masing-masing ke satu panggung yang sama.
Bukan Sekadar Racik, Tapi Juga Cerita

Di atas panggung, tantangan yang dihadapi para finalis jauh lebih kompleks daripada sekadar mencampur bahan. Setiap tim ditantang untuk menciptakan satu signature tea beverage yang unggul dari sisi rasa dan tampilan, sekaligus mampu menyampaikan cerita yang memperkuat karakter minuman tersebut di hadapan dewan juri.
Penilaian dilakukan oleh lima juri, yakni Devin Widya Krisnadi, CEO F&B ID; Daniel Yahya, Operations General Manager F&B ID; Sarah Merci, Marketing General Manager F&B ID; Riyan Setiadi, Product Specialist Chatime; serta Neysa Valeria, Tea Specialist dan Co-founder Havilla Tea yang hadir sebagai juri tamu.
Daniel Yahya, Operations General Manager F&B ID, menjelaskan bahwa penilaian tahun ini tidak hanya soal teknik meracik. “Meracik minuman adalah sebuah keterampilan, tetapi menghadirkan pengalaman adalah sebuah seni. Tahun ini, kami ingin melihat bagaimana tea-rista menerjemahkan serta mengombinasikan teknik meracik, kreativitas, dan cerita menjadi sebuah karya yang dapat dinikmati pelanggan,” ujarnya. Karena itu, storytelling, kerja sama tim, dan teknik presentasi di hadapan juri menjadi elemen penilaian yang krusial.
Chatime Tea-rista Competition 2026 Tutup Perjalanan dengan Penobatan Tea-rista Terbaik

Setelah melalui sesi penjurian yang ketat, gelar juara Chatime Tea-rista Competition 2026 jatuh ke tangan Tim 2, yaitu Tri Mulyati (Chatime Living Plaza Bintaro) dan Hendita Trimurti Larassati S. (Chatime SPBU Nginden Surabaya), melalui kreasi bertajuk "Ruby Secret Garden". Minuman ini dinilai berhasil memenuhi seluruh indikator penilaian yang ditetapkan oleh dewan juri.
Simak juga siapa saja yang berhasil menyabet gelar juara berikut ini:
- Juara 1: Tim 2 – Tri Mulyati & Hendita Trimurti Larassati S. dengan kreasi Ruby Secret Garden
- Runner-up I: Tim 3 – Ratna Sri Rahayu & Salsabilla Natasya Achmad
- Runner-up II: Tim 1 – Julya Permatasari & Febriani S
Kompetisi ini sekali lagi menegaskan bahwa dunia racikan teh terus berkembang lewat ide-ide baru dari para tea-rista di lapangan sekaligus menjadi ruang bagi mereka untuk belajar, bereksplorasi, dan saling menginspirasi. Menjadi semangat inovasi yang terus dijaga dalam setiap penyelenggaraan Chatime Tea-rista Competition.